Kubu Raya post author Kiwi 29 Juli 2026

Dinkes Kubu Raya Antisipasi Lonjakan Kasus ISPA Akibat Kabut Asap

Photo of Dinkes Kubu Raya Antisipasi Lonjakan Kasus ISPA Akibat Kabut Asap ?Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah

‎KUBU RAYA, SP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kubu Raya mengantisipasi potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan gangguan kesehatan lainnya akibat kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah.

‎‎Meskipun hingga saat ini belum terjadi lonjakan kasus yang signifikan, Dinkes Kubu Raya memprediksi peningkatan jumlah pasien berpotensi terjadi pada pekan depan apabila kualitas udara terus memburuk.

‎‎Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus bersama bidang terkait untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terkendali. Berdasarkan hasil pemantauan sementara, jumlah pasien yang datang ke fasilitas kesehatan masih berada dalam kategori normal dan belum menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.

‎‎"Memang sudah ada kasus, tetapi belum signifikan. Kami baru saja bersama bidang terkait melakukan pemantauan untuk melihat apakah ada peningkatan atau tidak. Prediksi kami, peningkatan kemungkinan akan terjadi pada minggu berikutnya karena kondisi kabut asap ini baru saja berlangsung," ujarnya.

‎‎Menurutnya, pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan dampak kabut asap terhadap kesehatan biasanya tidak langsung terlihat pada awal kejadian. Peningkatan kasus umumnya mulai terjadi setelah masyarakat terpapar asap selama beberapa hari secara terus-menerus, terutama ketika kualitas udara memburuk dan aktivitas di luar ruangan tetap tinggi.

‎‎Mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan telah memastikan kesiapan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan logistik untuk menangani kemungkinan meningkatnya jumlah pasien.

‎‎"Insyaallah, kami sudah menyiapkan logistik yang cukup untuk memberikan penanganan apabila terjadi peningkatan kasus," katanya.

‎‎Selain kesiapan pelayanan kesehatan, Dinkes juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan dampak kabut asap.

‎‎Upaya pertama yang ditekankan adalah mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran. Apabila ditemukan titik api, masyarakat diharapkan segera melakukan penanganan atau melaporkannya kepada pihak berwenang agar kebakaran tidak meluas.

‎‎Di sisi lain, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan asap, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit pernapasan maupun penyakit kronis lainnya.

‎‎Ia juga mengimbau masyarakat agar membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih terjadi. Jika terpaksa harus beraktivitas di luar, penggunaan masker menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan partikel berbahaya yang terkandung dalam asap.

‎‎"Kami mengimbau masyarakat yang memiliki faktor risiko agar tidak keluar rumah tanpa menggunakan alat pelindung. Sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah jika memang tidak terlalu penting, apalagi kondisi kabut asap yang kita lihat semakin hari semakin tebal," tuturnya.

‎‎Meski demikian, Wan Iwansyah menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Hingga saat ini, pasien dengan keluhan gangguan pernapasan memang sudah mulai datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi jumlahnya masih berada pada kisaran normal.

‎‎"Kalau pasien memang sudah ada karena kasus seperti ini rutin terjadi. Hanya saja, peningkatannya belum kami lihat terlalu signifikan. Masih normal-normal saja," katanya.

‎‎Wan Iwansyah menegaskan pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus di seluruh fasilitas kesehatan. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila dalam beberapa hari ke depan terjadi peningkatan jumlah pasien.

‎‎"Kita sama-sama berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga kabut asap dapat berkurang. Turunnya hujan diharapkan mampu membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan sekaligus memperbaiki kualitas udara sehingga risiko gangguan kesehatan masyarakat dapat ditekan," ujarnya.

‎‎Lebih lanjut, Wan Iwansyah mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya yang diduga dipicu oleh paparan kabut asap. (mar)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda